<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="856">
 <titleInfo>
  <title>Hakikat Tawadhu dan Sombong Menurut Al-Quran dan As-Sunnah</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syaikh Salim bin \'Ied al-Hilali</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Pustakan Imam Asysayfii</publisher>
  <dateIssued>2007</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>134 hlm.: 15 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Seharusnya setiap muslim menghiasi diri dengan sifat tawadhu'. Sebab kalau tidak, bisa dipastikan dia akan terjerumus ke dalam sifat takabur atau sombong yang mengakibatkan ia terancam masuk neraka sebagaimana sabda Rasulullah : &quot;Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji atom.&quot; (HR. Muslim)&#13;
&#13;
Tawadhu' dan takabur adalah dua kata yang berlawanan arti, yang hanya dipisahkan oleh garis yang tipis. Masing-masing dari keduanya memiliki pintu-pintu yang dapat mengantarkan seseorang masuk ke dalamnya. Apabila seseorang telah masuk ke dalamnya, maka dia pun akan menjumpai tingkatan-tingkatannya, mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi. Tiap-tiap tingkatan menunjukkan besar kecilnya kerugian yang harus ditanggung atau keuntungan yang dapat diraih.&#13;
&#13;
Sekecil apa pun kesombongan, ia akan menimbulkan kerugian bagi pelakunya. Demikian pula sebaliknya, tawadhu' akan memberikan keuntungan bagi penyandangnya.&#13;
&#13;
Tahukah anda apa pintu-pintu tawadhu' dan tingkatan-tingkatannya? Apa pula pintu-pintu takabur dan tingkatan-tingkatannya? Apa gerangan pula yang dijanjikan bagi orang yang melakukan salah satu darinya?&#13;
&#13;
Bacalah lembaran-lembaran buku ini, niscaya anda akan dapatkan jawabannya. Selamat membaca</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>akhlak</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Agama Islam</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Hakikat Tawadhu dan Sombong Menurut Al-Quran dan A</topic>
 </subject>
 <classification>297.51</classification>
 <identifier type="isbn">9789793536804</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan IIQ Jakarta</physicalLocation>
  <shelfLocator>297.51 ALH h</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B202001038</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pesantren IIQ Jakarta</sublocation>
    <shelfLocator>297.51 ALH h</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Hakikat_Tawadhu_dan_Sombong_Menurut_Al-Quran_dan_As-Sunnah.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>856</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-23 11:18:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-18 14:54:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>