<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="67">
 <titleInfo>
  <title>Keniscayaan Globalisasi dan Nasib Civil Society</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ace Hasan Syadzily</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Ciputat</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Indonesia Institut for Civil Society (INCIS)</publisher>
  <dateIssued>2005</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>203 hlm.: 20,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Meski sebagian kalangan masih meyakini ke-ampuhan kapitalisme sebagai juru selamat ekonomi dunia, tetapi efek buruknya jelas telah dirasakan khalayak luas bagaimanapun kapitalisme telah memangkas peran negara dalam mengembangkan ekonomi nasional/lokal, meminggirkan kaum miskin dengan memihak individu bermodal, menggerus cita-cita pembangunan kesejahteraan sosial sambil menjunjung budaya konsumerisme serta mengkomodifikasi segala aspek kehidupan dalam kalkulasi untung rugi dan supplay demand yang ekstrem. begitulah sekarang ini civil society punya “ancaman” baru, yaitu tidak saja negara yang otoriter, tapi juga kapitalisme global, bahkan kekuatan negara sendiri sekarang ini sudah nyata-nyata terdesak dan terkontrol oleh kedigdayaan “neo-libelarisme” itu lalu bagaimanakah prospek civil society ditengah hegemoni kapitalisme global di indonesia? strategi apakah yang tepat, untuk membangun civil society dibawah represi “kedaulatan pasar” seperti terjadi sekarang ini? dengan cara apa gerakan civil society dapat turut mendorong lahirnya kebijakan negara yang lebih memihak rakyat dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat banyak?buku ini merupakan kumpulan tulisan yang dipresentasikan dalam diskusi yang digelar indonesia institute for Civil Society (INCIS)&#13;
Buku ini mencoba menawarkan diskursus globalisasi da bagaimana peran civil cosiety ditengah kapitalisme global in</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ekonomi</topic>
 </subject>
 <classification>330.9 SYA k</classification>
 <identifier type="isbn">9793414077</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan IIQ Jakarta</physicalLocation>
  <shelfLocator>330.9 SYA k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B202000120</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pesantren IIQ Jakarta</sublocation>
    <shelfLocator>330.9 SYA k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>cover_buku_keniscayaan_globalisasi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>67</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-23 11:18:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-18 15:33:33</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>