Detail Cantuman
Text
Misykat Cahaya-cahaya : Allah adalah Cahaya Langit dan Bumi
Allah adalah Cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah ibarat misykat. Dalam misykat itu ada pelita. Pelita itu dalam kaca. Kaca itu laksana bintang berkilau. Dinyalakan dengan minyak pohon yang diberkahi, yaitu pohon zaitun yang bukan di Timur atau di Barat.Yang minyaknya nyaris menyala dengan sendirinya, walaupun tidak disentuhRisalah ini memuat tafsiran sufistik Al-Ghazali atas Surah Al-Nûr ayat 35—yang dianggap sebagai salah satu tema sentral tasawuf—tentang tamsil Allah sebagai cahaya langit dan bumi dan hadis tentang “hijab Allah”, tentang metoda tamsil dalam Al-Quran dan kaitan antara keduanya.
Sedemikian canggihnya karya ini, sehingga oleh para ahli ditempatkan dalam maqam (peringkat) tertinggi karya-karya tasawuf bersama beberapa karya lain Al-Ghazali dan magnum opus sufi-sufi besar lainnya—seperti, Fushushul Hikam dan Futuhat Al-Makkiyah karya Ibn Arabi, Insan Al-Kamil karya Al-Jairi dan beberapa masterpiece lain dalam tasawuf.
Suatu sumbangan yang, meski ringkas, sangat menentukan bagi upaya pemahaman tasawuf Al-Ghazali.
Ketersediaan
| HB202403252 | 297.41 GHA m | Perpustakaan Pesantren IIQ Jakarta | Tersedia |
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
297.41 GHA m
|
| Penerbit | PT Mizan Pustaka : Bandung., 2017 |
| Deskripsi Fisik |
148 hlm.: 23,5 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-979-433-866-7
|
| Klasifikasi |
297.41
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cet. 1
|
| Subjek | |
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






