<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5779">
 <titleInfo>
  <title>Evaluasi Pembelajaran :</title>
  <subTitle>Prinsip, Teknik, dan Prosedur</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zainal Arifin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
  </place>
  <publisher>PT Remaja Rosdakarya</publisher>
  <dateIssued>2019</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vii, 312 hlm.: 24,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu komponen penting yang juga merupakan tugas profesional guru dalam pembelajaran adalah melaksanakan evaluasi pembelajaran. Istilah “evaluasi” sengaja digunakan oleh penulis untuk membedakannya dengan istilah “penilaian”. Alasannya, pembelajaran sebagai suatu sistem tidak hanya terdiri atas hasil belajar tetapi juga komponen-komponen penting lainnya, seperti guru, strategi, dan media. Namun, bukan berarti di dalam buku ini tidak digunakan istilah penilaian karena hal tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari evaluasi itu sendiri. Sebagai bentuk akuntabilitas guru dalam melaksanakan pembelajaran, maka setiap guru dan tenaga kependidikan lainnya harus memahami konsep, prinsip, teknik, dan prosedur evaluasi pembelajaran sehingga hasil evaluasi dapat memberikan kepuasan bagi berbagai pihak. Di lingkungan pendidikan formal, guru juga harus dapat menggunakan berbagai inovasi dan model penilaian yang diamanatkan oleh pemerintah melalui Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004, yaitu penilaian berbasis kelas (classroom-based assessment) dengan salah satu jenisnya adalah penilaian portofolio (portofolio assessment). Hasil evaluasi pembelajaran selain untuk mengisi buku rapor peserta didik juga dapat dijadikan feedback bagi guru untuk melakukan refleksi pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian, setiap saat guru dapat meningkatkan kinerjanya sehingga secara bertahap tapi pasti mutu pendidikan dapat ditingkatkan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>evaluasi pembelajaran</topic>
 </subject>
 <classification>371.3</classification>
 <identifier type="isbn">9796929562</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan IIQ Jakarta</physicalLocation>
  <shelfLocator>371.3 ARI e</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">HB202403239</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pesantren IIQ Jakarta</sublocation>
    <shelfLocator>371.3 ARI e</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>19b44426b7de225ef9659605e03f7498.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5779</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-30 10:43:05</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-05 11:12:49</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>