<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5702">
 <titleInfo>
  <title>Teruslah Bodoh Jangan Pintar</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tere Liye</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Depok</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Sabak Grip Nusantara</publisher>
  <dateIssued>2023</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>371 hlm.: 20 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Ali yang tinggal di sebuah desa kecil. Ali adalah pemuda yang cerdas dan bercita-cita menjadi orang yang sukses. Namun, Ali juga menyadari bahwa dunia ini tidak selalu adil. Orang-orang yang pintar dan berpendidikan belum tentu bisa sukses.&#13;
&#13;
Suatu hari, Ali bertemu dengan seorang pria tua yang misterius. Pria tua itu memberi tahu Ali bahwa dunia ini sedang dalam kekacauan. Orang-orang yang pintar dan berpendidikan justru menjadi bagian dari kekacauan tersebut.&#13;
&#13;
Pria tua itu kemudian mengajarkan Ali tentang pentingnya menjadi bodoh. Bodoh di sini bukan berarti tidak memiliki pengetahuan atau kecerdasan. Bodoh di sini berarti tidak memiliki ambisi dan keserakahan.&#13;
&#13;
Ali pun mulai menjalani kehidupannya sebagai orang bodoh. Dia berhenti mengejar kesuksesan dan mulai fokus pada hal-hal yang lebih penting dalam hidup, seperti keluarga dan teman-teman.&#13;
&#13;
Seiring berjalannya waktu, Ali menyadari bahwa kehidupannya menjadi lebih bahagia dan damai. Dia tidak lagi stres dan terbebani dengan ambisi-ambisinya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>novel</topic>
 </subject>
 <classification>813</classification>
 <identifier type="isbn">9786238882205</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan IIQ Jakarta</physicalLocation>
  <shelfLocator>813 LIY t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B202403163</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pesantren IIQ Jakarta</sublocation>
    <shelfLocator>813 LIY t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>bfenfrhizmwxkx6di6emhi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5702</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-20 10:39:46</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 11:22:23</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>