<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5621">
 <titleInfo>
  <title>Tidak Semua Orang Menyenangkan :</title>
  <subTitle>Jalani Hidupmu Sendiri Jangan Berharap Pada Orang Lain</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zee Zee Aurora</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Klaten</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Cesar Media Pustaka</publisher>
  <dateIssued>2022</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii, 200hlm.: 20cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Semakin dewasa, ada banyak hal yang akan kita sesalkan. Salah satunya adalah pernah menjadi begitu baik untuk orang yang ternyata hanya memanfaatkan kita, untuk orang yang ternyata tidak menghargai apa yang sudah kita lakukan untuknya, dan untuk orang yang ternyata sangat menjengkelkan. Nggak apa-apa jika sesekali harus menyesalkan hal-hal seperti ini.&#13;
&#13;
Aturan untuk kita menghadapi kondisi di atas adalah, pertama setiap orang pasti memiliki sisi yang tidak menyenangkan. Kedua, kita harus belajar menyikapi kebaikan orang dengan sewajarnya.&#13;
&#13;
Kita harus terima bahwa kehidupan tidak selalu dipenuhi dengan orang-orang 'baik'. Itulah mengapa sudah saatnya kita berhenti berekspektasi tentang orang-orang di sekitar kita. Tidak jarang kita kecewa karena ekspektasi tinggi terhadap kebaikan seseorang. Ibarat di lorong kegelapan, semakin ke ujung bukan setitik cahaya yang kita temukan, tapi lubang yang teramat dalam. Karena tidak mampu melihat, kita pun jatuh dan kecewa.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>motivasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>psikologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>pengembangan diri</topic>
 </subject>
 <classification>155.25</classification>
 <identifier type="isbn">9786025964480</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan IIQ Jakarta</physicalLocation>
  <shelfLocator>155.25 AUR t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B202303096</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pesantren IIQ Jakarta</sublocation>
    <shelfLocator>155.25 AUR t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>mtzap5fhtm3mj9wbvwbfnk.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5621</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-10-20 14:57:15</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 10:00:17</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>