Detail Cantuman
Text
Perempuan yang Mendahului Zaman
“Saya harus mulai dan saya yakin akan banyak pengorbanan dituntut dari diri saya. Jika Kakanda bisa, kenapa saya, adiknya, tidak bisa? Jika lelaki bisa, kenapa perempuan tidak bisa?”
Rangkayo Syekhah Rahmah El Yunusiyyah adalah ayam betina yang berkokok. Sejak belia, di zaman penjajahan, ia mendirikan sekolah muslimah pertama di Indonesia, Diniyyah Puteri. Tak terbeli. Ia adalah komandan TKR, pasukan yang menghadang Belanda. Punya pasukan intel. Rahmah selalu berkerudung. Ditangkap, didenda, dan ditahan Belanda. Melawan Jepang agar menutup semua rumah bordir di Minangkabau. Menjemput perempuan-perempuan Minang yang diculik ke markas Jepang.
Rahmah, satu-satunya yang diberi gelar Syekhah oleh Universitas Al Azhar, Cairo, Mesir. Universitas ini, meniru Diniyyah Puteri. Rahmah mendahului Al Azhar. Rahmah mendahului zaman. Ia paling dulu mengibarkan Sang Merah Putih pada 1945 di Ranah Minang bahkan mungkin di Sumatera. Kini warisannya makin jaya, modern dan disukai banyak perguruan tinggi ternama di dunia.
Ketersediaan
| B202002881 | 813 JAS p | Perpustakaan Pesantren IIQ Jakarta | Tersedia |
| B202002882 | 813 JAS p | Perpustakaan Pesantren IIQ Jakarta | Tersedia |
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
813 JAS p
|
| Penerbit | Republika Penerbit : Jakarta., 2020 |
| Deskripsi Fisik |
xii, 229 hlm.: 20,5 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
813
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cet. 1
|
| Subjek | |
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






