<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="42">
 <titleInfo>
  <title>Agama-Agama Manusia :</title>
  <subTitle>A Guide To Our Wisdom Tradition</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Huston Smith</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>PT Serambi Ilmu Semesta</publisher>
  <dateIssued>2015</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>433 hlm.: 24 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>A Guide to Our Wisdom Traditions&#13;
&#13;
Apa yang membedakan buku ini dari buku-sejarah-agama-agama yang ada? Dengan kata&#13;
lain, apakah sumbangan uniknya?&#13;
&#13;
Huston Smith menghadirkan unsur-unsur penting sejarah dan inti-inti ajaran agama-&#13;
agama besar dunia dalam bentuk ilustrasi. Ia melakukannya karena alasan sahih: di&#13;
hampir sepanjang sejarahnya, umat manusia menemukan teks-teks suci mereka dalam&#13;
rupa lukisan, patung, pahatan, tarian, nyanyian ... hal-hal yang bernilai senimelebihi&#13;
dalam wujud teks. Teks di buku ini berfungsi sebagai semacam komentar bagi ilustrasi&#13;
dan penjabaran yang menginspirasinya. Alasan itu menjadikan buku ini begitu setia pada&#13;
subjek kajiannya.&#13;
&#13;
Selain menguatkan pentingnya seni dalam menyajikan ide-ide keagamaan, ilustrasi-&#13;
ilustrasi di buku inikebanyakan dari abad pertengahanmenegaskan kesadaran kita&#13;
bahwa agama bukanlah genangan air keruh dan kelak akan kering, melainkan aliran air&#13;
dinamis yang menjadi sumber tempat para pemeluknya melepaskan dahaga. Ilustrasi-&#13;
ilustrasi bernilai seni itu membuka mata hati kita pada transendensi dan mengajak kita&#13;
masuk ke masa lalu yang lebih luas dan lebih kaya, menjadi semacam jendela, tempat&#13;
kita melongok dan mencicipi keindahan dan keagungan, dan menjadi cermin yang&#13;
memantulkan kondisi agama pada masa mendatang.&#13;
&#13;
Lebih dari itu, buku ini menaruh rasa hormat begitu dalam terhadap nilai dan&#13;
kebijaksanaan agama-agama. Huston Smith menempatkan diri sebagai orang luar yang&#13;
mendekati nilai dan sejarah agama-agama dengan penuh simpati.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>sejarah</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>hubungan antar agama</topic>
 </subject>
 <classification>201.5 SMI a</classification>
 <identifier type="isbn">9786022900535</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan IIQ Jakarta</physicalLocation>
  <shelfLocator>201.5 SMI a</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B202000482</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pesantren IIQ Jakarta</sublocation>
    <shelfLocator>201.5 SMI a</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Agama-Agama_Manusia_A_Guide_To_Our_Wisdom_Tradition.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>42</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-23 11:18:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 14:58:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>