Detail Cantuman
Text
Civil Islam : Islam dan Demokratisasi di Indonesia
Demokratisasi muslim Indonesia tidak eksklusif. Sejak awal fleksibel terhadap hal-hal berbeda yang datangnya dari luar Islam. Di kalangan masyarakat Barat, sudah lama tertanam keyakinan bahwa demokratisasi tak bakal ada di dunia Islam. Ketidakpercayaan ini makin terlihat setelah berakhirnya Perang Dingin, sehingga Barat tak lagi punya pesaing, dan karena itu sedang memperhitungkan pesaing baru. Dan Huntington datang dengan tesis yang sangat merendahkan penganut Islam, Konfusionisme, kepercayaan Jepang, Hindu, Budha, serta budaya tua lainnya.
Menurut dia, prinsip-prinsip demokrasi -seperti individualisme, liberalisme, konstitusionalisme, hak asasi manusia, kesetaraan, kebebasan, pasar bebas, dan penegakan hukum- tak bakal bisa diterima oleh selain Barat. Lewat buku Civil Islam ini, Hefner ingin membuktikan hal sebaliknya dari yang diasumsikan Huntington.
Hefner mengajukan hasil penelitiannya selama kurang lebih 10 tahun di lingkungan masyarakat muslim Indonesia. Demokratisasi di Indonesia menjadi penting karena Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia saat ini, dengan penduduk sekitar 210 juta dan memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.
Ketersediaan
| B202000525 | 297.272 HEF c | Perpustakaan Pesantren IIQ Jakarta | Tersedia |
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
297.272 HEF c
|
| Penerbit | Institut Studi Arus Informasi (ISAI) : Yogyakarta., 2001 |
| Deskripsi Fisik |
xvi, 376 hlm.: 23,5 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
979-8933-35-4
|
| Klasifikasi |
297.272
|
| Tipe Isi |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






