<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2546">
 <titleInfo>
  <title>Terjemahan Puitis Al-Qur`an :</title>
  <subTitle>Dangding &amp; Pujian Al-Qur`an di Jawa Barat</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jajang A Rohmana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Garut</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Layung</publisher>
  <dateIssued>2019</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxii, 266 hlm.: 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku Terjemahan Puitis Al-Qur’an: Dangding dan Pupujian Al-Qur’an di Jawa Barat ini (2019) mendedah secara mendalam dan kritis terjemahan Al-Qur’an dalam bentuk dangding dan pupujian. Jajang A Rohmana menelusuri  dan berhasil menemukan terjemahan Al-Qur’an di Jawa Barat yang tersusun dalam bentuk puitis Al-Qur’an.&#13;
Mula-mula, buku ini mendedah terjemahan dan puisi Sunda. Secara geneologis Jajang menyingkap persinggungan dan pengaruhnya penerjemahan terhadap otoritas  Al-Qur’an dan penafsiran-pembacaan. Menurut Jajang, dengan mengutip Peter Newmark (1988), untuk mengetahui signifikansi terjemahan harus merinci sejumlah faktor di antaranya dari sisi bahasa sumber (Arab) dan bahasa sasaran (Indonesia/Sunda). Dari bahasa sumber, di antaranya pengarang, norma bahasa sumber, budaya dan latar situasi dan tradisi di balik terjemahan. Sedangkan dari bahasa sasaran, faktor yang mempengaruhi terjemahan, adalah hubungan pembaca, norma bahasa sasaran, budaya, latar situasi dan tradisi.&#13;
&#13;
Maka itu, untuk mengkaji karya terjemahan puitis harus berusaha mendudukannya secara otonom sesuai dengan tata aturan kaidah bahasa dan sastra masing-masing. Juga yang paling penting perlu mempertimbangkan aspek makna. Seperti terjemahan puitis Al-Qur’an berbentuk dangding dan pupujian yang keberadaannya sangat terikat dengan struktur metrum puisi, harus didasari pada pemahaman dan penafsiran atas teks bahasa. Dengan demikian, secara prinsip teoritis (hermeneutis) tepatlah bahwa terjemahan merupakan bagian dari penafsiran.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>terjemahan puitisi al-qur`an</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Jajang A Rohmana</topic>
 </subject>
 <classification>297.12251</classification>
 <identifier type="isbn">9786027359994</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan IIQ Jakarta</physicalLocation>
  <shelfLocator>297.12251 ROH t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B202002751</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pesantren IIQ Jakarta</sublocation>
    <shelfLocator>297.12251 ROH t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2546</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-23 11:18:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 09:43:12</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>