Image of Dua Wajah Islam : Moderatisme vs Fundamentalisme dalam Wacana Global

Text

Dua Wajah Islam : Moderatisme vs Fundamentalisme dalam Wacana Global



Islam, semula adalah sebuah ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Ia subyek ajaran yang awalnya murni dengan bersumber pada Qur’an dan Hadits. Namun ajaran Islam ini mulai berkembang dengan penafsiran dan perilaku penganutnya yang “berbeda” sehingga muncullah banyak predikat terhadap ajaran Islam, sehingga umat muslim pun mulai “terjebak” pada stereotip yang disematkan pada kata Islam. Misalnya Islam Moderat dan Islam Fundamentalis. Dua wajah ini dibahas di buku karangan Stephen Sulaiman Schwartz, seorang Eksekutif Direktur The Center for Islamic Pluralism di Washington DC. Buku ini diterjemahkan dari karya aslinya The Two Faces of Islam: Saudi Fundamentalism and Its Role in Terrorism.

Membaca judul buku ini saja, mungkin kita akan segera terprovokasi olehnya. Secara harfiah ia bisa bermakna munafik; dua wajah, dua standar. Dua sikap serba kemenduaan yang bisa saja dipraktikkan sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan. Namun, dua wajah yang disajikan dalam buku ini mewakili dua posisi yang berseberangan yang sama-sama mengklaim sebagai manifestasi ajaran Islam. Ada wajah moderasi, kesejajaran, kesabaran, kejujuran yang merupakan wajah santun, toleran dan inklusif yang siap hidup berdampingan dengan para penganutkeyakinan yang berbeda. Sementaa pada sisi lain, ada wajah separatisme, supremasi, kesewenangan dan agresi yang garang, mudah marah dan eksklusif yang antagonis dengan wajah yang pertama.


Ketersediaan

B202000364297.01 SCH dPerpustakaan Pesantren IIQ JakartaTersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
297.01 SCH d
Penerbit Blantika : New York.,
Deskripsi Fisik
xxviii, 450 hlm.: 20,5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-3646-40-4
Klasifikasi
297.01 SCH d
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini