Image of Sajak Filsafat Jeihan : Bukuku, Kubuku

Text

Sajak Filsafat Jeihan : Bukuku, Kubuku



18 puisi Jeihan dibahas Jakob dalam buku yang terdiri dari 12 esai pendek ini. Dalam esai nomor 10, Jakob membahas perbedaan Jeihan muda yang menulis puisinya Nasihat tahun 1970-an dengan Jeihan tua yang menulis puisinya Kita Kita pada 1997. “Pada masa mudanya masih tersirat kesombongan dalam meledek orang.

Dia bisa memberi nasihat demkian karena dirinya berani menentang matahari dengan mata telanjang dan menendang batu besar. Untung dia menjadi pelukis, bukan penulis. Dalam percakapan saja sering mendebat, apalagi kalau dia tuliskan dalam penjelasan panjang. Nasakit! Itulah kata akhir dia. Tahun 1974 lewat puisnya Kembali, Jeihan seolah bertanya hidup ini isinya penderitaan dan kesengsaraan melulu, masalah melulu.


Ketersediaan

HP202001730HR 811 SUM sPerpustakaan Pesantren IIQ JakartaTersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
HR 811 SUM s
Penerbit Jeihan Institute : Bandung.,
Deskripsi Fisik
111 hlm.: 20,5cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-16594-2-0
Klasifikasi
811
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini